[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Qia keys: look at this,,,,,,film Status YM

18 Nov 2011

look at this,,,,,,film

Rumah Dara


Poster rilis Indonesia
Sutradara Mo Brothers
Produser Delon Tio
Penulis Mo Brothers
Pemeran Shareefa Daanish
Imelda Therinne
Arifin Putra
Ruli Lubis
Julie Estelle
Ario Bayu
Sigi Wimala
Daniel Mananta
Mike Lucock
Dendy Subangil
Distributor Gorylah Pictures
Merah Prod
Guerillas Visuals
Tanggal rilis 22 Januari 2010
Durasi 95 Menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Poster di Singapura


Plot

Film dibuka dengan ditampilkannya video seorang perempuan yang mengajarkan 3 anaknya mengenai manusia. Wajah perempuan itu tidak terlihat, lalu ia mengajarkan membunuh seorang laki-laki yang kepalanya ditutup.
Film berlanjut dengan Adjie dan Astryd (sedang hamil 8 bulan) akan pergi ke Sydney, Australia, untuk memulai hidup baru. Bersama temannya, Eko, Alam dan Jimmie, mereka pergi dari Bandung ke bandara di Jakarta. Mereka berhenti sebentar di tempat kerja Ladya. Adjie ingin Ladya pergi dengannya, atau paling tidak menemaninya ke bandara. Ladya tidak mau pergi bersamanya karena masih menyalahkan Adjie atas kematian orang tuanya. Namun, atas bujukan Astryd, Ladya mengalah dan dengan sungkan ikut mengantar Adjie dan Astryd.
Dalam perjalanan, mereka bertemu seorang perempuan cantik yang bernama Maia. Ia mengatakan bahwa ia baru saja dirampok. Merasa kasihan, mereka membawa Maia pulang. Setelah sampai di rumahnya, mereka hendak melanjutkan perjalanan, tetapi Maia mengajak mereka masuk untuk diperkenalkan dengan ibunya, perempuan misterius yang bernama Dara. Setelah perkenalan singkat, Dara memberi Astryd ramuan yang dikatakan akan membuat bayi dalam kandungannya lebih sehat. Hendak melanjutkan perjalanan, mereka diundang untuk menyantap sajian makan malam yang telah dimasak oleh Dara. Mereka mengikuti, namun Astryd dan Adjie ingin istirahat, dan dibawa ke kamar di lantai atas.
Saat makan malam, terlihat saudara Maia yang lainnya, Adam dan Armand. Selama makan malam, Maia pergi ke lantai atas sambil memberikan tanda kepada Eko untuk mengikutinya. Di ruangan atas, mereka melakukan hubungan seks dan berakhir dengan Eko pingsan. Pada makan malam, satu per satu tamu yang menyantap masakan Dara pingsan (Dara memberi makanan tersebut obat tidur).
Setelah itu, Alam bangun dan menemukan bahwa ia sendirian di meja makan malam. Ia lalu bertemu Maia, yang lalu menggodanya. Alam malah mencari Ladya, sehingga Maia marah dan berkali-kali berusaha menyayat Alam dengan pisau. Mereka bertarung dan Alam menang. Ia melarikan diri ke pintu depan untuk lari, tetapi pintu tersebut dikunci. Ia melihat ke belakang dan terlihat wajah Maia dan Adam. Alam berusaha melawan, tetapi lengannya dipatahkan oleh Adam. Saat lengannya dipatahkan, Adjie dan Astryd melihatnya dan melarikan diri ke lantai atas. Astryd selamat, tetapi kaki Adjie dipatahkan oleh Adam. Astryd lari ke kamarnya dan menguncinya dengan lemari besar.
Sementara itu, Ladya, Eko dan Jimmie disekap di ruangan gelap. Ladya, orang yang paling dekat dengan lubang pintu, melihat Alam sedang disiksa dan dipotong-potong oleh Armand. Setelah itu, Armand masuk ke ruangan dan membawa Ladya ke meja pemotongan dan mengikatnya. Mencoba menyelamatkan Ladya, Jimmie dan Eko meneriakan kata-kata kasar kepada Armand. Armand kembali ke ruangan dan menendangnya, sementara itu Ladya berhasil membebaskan salah satu tangannya. Armand lalu kembali ke ruangan, dan mencoba memperkosanya. Mulut Ladya dibuka dan Armand menjilat mulutnya, tetapi Ladya mengigit lidahnya dan memutuskannya. Armand kesakitan, dan Ladya menusuk perutnya dan melepaskan diri, lalu membuatnya pingsan. Ladya lalu membebaskan Jimmie dan Eko, dan menemukan lubang untuk keluar dari rumah.
Saat berusaha melarikan diri, Maia datang dengan busurnya, memanah panahnya dan membuat telinga kiri Eko berlubang. Mereka melarikan diri ke hutan. Dara mengambil busurnya dan memanah bahu Ladya, membuat ketiganya terpencar sementara dikejar oleh Adam.
Astryd merasakan sakit pada perutnya. Ternyata, obat yang diberikan Dara adalah obat agar bayi terlahir lebih cepat. Astryd yang masih terperangkap melihat keluar jendela. Ia melihat mobil berplat D 461 NG (daging) di depan rumah. Astryd mencoba memanggil mereka, tetapi perempuan itu ternyata teman Dara. Mereka mengambil beberapa peti dengan foto berbagai orang. Mobil itu lalu pergi, dan mengambil mobil Jimmie. Selanjutnya, air ketuban Astryd pecah, dan ia melahirkan bayinya.
Di hutan, Ladya jatuh di semak-semak yang tinggi. Saat itu hujan, sehingga penglihatan menjadi kabur. Eko dan Jimmie masih bersama. Jimmie mencoba mencari Ladya, dan berhasil membuat Ladya tidak ditemukan oleh Adam. Namun, Jimmie tiba-tiba ditarik dari semak-semak oleh Adam, dan lehernya dipatahkan oleh Adam, sehingga Jimmie tewas. Eko lalu mencoba mengalahkan Adam, tetapi Adam memukulnya dan mengejar Ladya. Eko lalu berhasil mencapai jalan kecil, dan tiba-tiba terlihat cahaya mobil mendekatinya.
Astryd, setelah melahirkan, keluar dan bertemu dengan Adjie. Dara lalu datang dan mengambil anak mereka. Astryd meminta agar anaknya dikembalikan, tetapi Dara memberitahu mereka bahwa mereka bisa keluar dari rumah itu jika mereka menyerahkan bayinya. Dara memasuki ruangan di depan mereka, dan Astryid mengikutinya. Adjie berjalan dan memasuki ruangan itu, yang penuh dengan mayat bayi. Ia lalu melihat istrinya datang dan lehernya tertusuk oleh tongkat besi. Astryd lalu meninggal dunia. Dara melihatnya, lalu Adjie marah dan menyerang Dara. Dara lalu menusuk membuat Adjie pingsan. Ladya, yang berhasil lolos dari Adam, melihatnya dan hendak menolong Adjie, tetapi Armand membawanya ke ruangan atas untuk memperkosanya.
Maia lalu memanggil Dara karena kedatangan tamu, yaitu polisi. Polisi tersebut membawa kembali Eko ke rumah itu. Dara lalu berbohong kepada kepala polisi. Polisi-polisi itu lalu berpencar untuk memeriksa rumah tersebut, dua naik tangga dan dua lagi masih di bawah. Salah satu polisi melihat video yang menunjukan video yang ditampilkan pada pembukaan film. Polisi itu ketakutan, lalu secara tidak sengaja melihat foto tua. Foto Dara bertahun 1889, dan wajahnya masih sama. Di atas, Armand sedang memperkosa Ladya, sementara tangan Ladya bergerak ke meja kecil dipinggirnya. Ia mengambil pensil tajam dan menusuknya ke mata Armand. Armand berteriak, dan polisi bertanya teriakan apa itu. Adam lalu mematikan listrik, dan satu per satu polisi dibunuh oleh keluarga Dara. Kepala polisi berhasil mencapai mobilnya dan mengambil senapan. Saat Maia membunuh anak buahnya, polisi itu menembak kepala Maia. Dara, yang marah, membunuh kepala polisi.
Ladya lalu bertemu kembali dengan Adjie di ruangan bayi. Adjie marah dan memecahkan beberapa tempat maya bayi, membuat Adam dan Dara mengetahui lokasi mereka. Dara lalu mengirim Adam untuk membunuh mereka. Saat terjadi pergulatan antara Adam dan Adjie, Eko menusuk dada Adam, dan Ladya melempar lighter ke Adam. Adam terbakar dan pergi ke ruangan lain, sementara Adjie dan Ladya mengambil bayinya. Eko yang turun kebawah melihat Dara dengan gergaji mesin. Adjie dan Ladya turun, tetapi dicegat oleh Adam yang wajahnya terbakar. Setelah terjadi pergulatan, akhirnya Adam berhasil dibunuh oleh Ladya dan Adjie.
Ladya lalu mengambil pedang dan mencari Dara. Di meja makan, Ladya melihat tubuh Eko telah tercincang, dan Dara berlari menuju Ladya sambil membawa gergaji mesin. Ladya berusaha melawan dengan pedangnya dan melarikan diri ke sisi lain meja makan. Ladya mencoba berlari ke pintu depan, dan melompat untuk melewati gergaji mesin Dara. Kakinya sedikit terkena gergaji mesin, tetapi tidak putus. Adjie lalu datang dan membuat Dara jatuh, tetapi bahu Adjie dicincang oleh gergaji mesin. Sebelum kematiannya, ia menemukan senapan disampingnya dan melemparnya ke Ladya. Ladya mengambilnya dan menembak Dara. Dara terbaring di lantai. Adjie lalu meminta maaf kepada Ladya dan meninggal dunia.
Ladya membawa bayi keluar, dan meletakannya di belakang mobil polisi. Ketika Ladya siap pergi, Dara tiba-tiba datang dan berusaha menghentikan Ladya. Ladya lalu memundurkan kendaraan, membuka pintu mobil dan mengarahkan pintu tersebut ke pohon. Dara dan pintu lalu tertabrak pohon dan jatuh. Ladya lalu berhasil meloloskan diri. Namun, tanpa diketahui oleh Ladya, tangan Dara pelan-pelan bergerak dan film berakhir.



Jejak Darah
Sutradara Nur Hidayat
Penulis Novel
Chris X
Skenario
Maruska Bath
Pemeran Mentari
Thalita Latief
Dimas Aditya
Robby Tumewu
Ayu Diana
Nabilla
Musik oleh Christian Hutabarat
Tanggal rilis 22 Januari 2010
Durasi 94 menit
Negara Indonesia
Jejak Darah merupakan film horor Indonesia yang dirilis pada 22 Januari 2010 yang disutradarai oleh Nur Hidayat dan dibintangi antara lain oleh Mentari dan Thalita Latief.

Plot

Reno (Dimas Aditya), Mischa (Thalita Latief), dan Jessica (Mentari) adalah tiga sahabat yang selalu bersama sejak SMA. Reno dan Mischa yang berpacaran, melakukan tindakan diluar batas hingga Mischa hamil. Reno berusaha mempertanggungjawabkan hal itu, tetapi Mischa berkehendak lain. Jessica yang tidak mengetahui kehamilan Mischa mengantar Mischa ke sebuah klinik yang mempunyai dokter kandungan (Robby Tumewu). Ia menyarankan Mischa untuk pergi ke sebuah klinik kandungan yang lebih mumpuni dibandingkan klinik lain. Mischapun pergi kesana sendiri dan diaborsi. Namun pengaborsiannya tidak steril dan mengakibatkan ia ambruk beberapa hari kemudian di apartemennya. Jessica yang kebetulan mencarinya, mendobrak pintu dan menemukan Mischa, lalu segera membawanya ke rumah sakit. Namun Mischa meninggal ditengah pemeriksaan. Saat pemakamannya, Jessica bertemu Reno, Jessica yang tidak menerima penjelasan apapun dari Reno pergi dan menjauh darinya untuk selamanya.
5 tahun kemudian. Jessica telah menjadi wanita karier di kantor yang mengurusi bidang periklanan. Ia mengurusi pertemuan dengan fotografer, yang ketika ditemui, ternyata adalah Reno. Reno memberikan pengertian bahwa ia tidak menyuruh Mischa menggugurkan kandungannya. Jessica bisa mengerti. Jessica kemudian mulai melihat hal-hal yang aneh dan menyeramkan. Pertamanya ia merasa terteror. Sampai keesokan harinya ia mendapat dua pesan aneh sekaligus dalam medium berbeda. Dua pesan itu bertuliskan "TOLONG!". Hal itu membuat Reno menduga Jessica butuh terapi jiwa, tentu saja Jessica menolaknya dengan tambahan semakin banyak hantu anak perempuan kecil. Jessica bermimpi, ia melihat Mischa menangis dan menunjukkan bayi yang ada dalam kereta bayi, yang ternyata adalah ari-ari. Jessica kabur darinya, melihat sosok-sosok dokter dan suster berwajah menyeramkan, dan terbangun. Berbekal kata-kata dari seorang nenek yang bekerja di kantor Jessica, ia menerangkan bahwa Jessica sedang diberikan petunjuk untuk mencari tahu karena ia yang paling dipercaya. Jessica mulai tahu bahwa ia sedang diterangkan oleh anak Mischa yang belum sempat dilahirkan. Saat ia sampai di rumah, ia ditelepon oleh Reno yang berkata ia ingin menunjukkan sesuatu. Jessica tiba-tiba melihat sampel brosur sebuah produk krim kecantikan bernama Baby Face yang ia buat di komputer sebagai pekerjaan. Jessica sadar ia harus ke klinik tempat produksi krim itu. Disana, hantu anak Mischa datang, kali ini Jessica tidak takut dan berani bersamanya. Jessica dipegang mukanya oleh hantu itu dan Jessica melihat semuanya. Ternyata klinik aborsi itu menggunakan plasenta/ari-ari yang dikeluarkan dalam aborsi dan sarinya dijadikan krim kecantikan yang berkhasiat. Mischa juga tidak pernah meminta aborsi, namun dokter di dalam klinik itu membohonginya. Reno pergi ke klinik itu setelah ditelepon Jessica.
Mereka berdua masuk ke dalam. Reno lewat belakang secara rahasia, dan menemukan bagian klinik yang gelap, ia menyusuri jejak kaki anak kecil yang menuntunnya. Sementara itu, Jessica nekat berkata bahwa ia ingin mengaborsi kandungannya dan berbekal keberuntungan, ia berhasil masuk kesana. Untunglah Reno berhasil menemukan arsip Mischa, segera Jessica kabur saat sang suster tengah lengah. Reno dan Mischa mengulas beberapa arsip termasuk arsip Mischa yang Reno ambil. Reno juga menunjukkan foto plasenta kemasan dan kardus krim Baby Face. Jessica menerangkan bahwa plasenta digunakan untuk krim wajah. Arsip yang diulas, ternyata semua nama itu meninggal tak lama setelah aborsi.
Sekembalinya ke rumah, Jessica disekap oleh sang suster dan dokter kandungan. Ia dibawa ke sebuah pabrik Baby Face, disana diterangkan semua modus dan motif oleh sang dokter. Kemudian dokter itu mengambil ponsel Jessica dan menelepon Reno untuk menyuruhnya mengembalikan arsip yang ia curi dengan Jessica sebagai sandera. Reno datang ke pabrik itu, disana sang suster telah menghadang Reno dan terjadilah pertarungan sengit yang akhirnya dimenangkan Reno. Reno mematahkan pipa berisi gas dan menusukkannya ke tubuh sang suster. Dokter yang bersama Jessica, Jessica berubah menjadi Mischa dan membuat dokter itu kabur. Jessica kemudian berhasil lolos dan keluar dari pabrik. Sang dokter melihat susterna meninggal, ia lantas menusuk Reno. Tapi kemudian Reno mendorong jaruh dokter itu ke samping mayat suster yang melepaskan gas. Reno mengambil lilin dan melemparnya, membuat tubuh sang dokter terbakar dan hangus karena tambahan gas.
Film berakhir dengan Jessica yang menunggui Reno yang kemudian siuman. Lalu kita melihat para konsumen Baby Face yang "membawa" arwah anak yang plasentanya digunakan untuk pembuatan krim wajah tersebut.

1 komentar: